Senantiasa Tersenyum Dan Berbuat Baik Kepada Tetangga

Senantiasa Tersenyum Dan Berbuat Baik Kepada Tetangga | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa Indonesia. Mau gaa dapat pahala yang amalannya dilakukan secara ringan dan mudah? Hehe. Pasti mau dong yaa~

Sheranaa punya tips nih yaitu senantiasa tersenyum dan berbuat baik kepada tetangga. Tapi, gimana kalau yang senyumin malah jutek dan bermuka masam? Eits, itusih biar mereka saja, kitanya jangan. Biar apa sih senyumin orang lain? Yaa biar menebar perasaan seneng aja dan sarana kenal lewat alam bawah sadar, tapi bukan ini saja lho, ternyata senantiasa tersenyum juga merupakan sunnah dalam agama islam. Pun begitu dengan berbuat baik kepada tetangga, juga termasuk dalam sunnah islam. Wah indah banget yaa~ islam sudah mengatur apapun tentang adab-adab baik di dunia.

Yuk simak haditsnya!

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah engkau memandang remeh suatu kebaikan sedikitu pun juga walaupun engkau hanya bertemu saudaramu dengan bermuka manis.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2626]

Faedah Hadits

1. Jangan meremehkan perbuatan baik sedikitpun, artinya walaupun sedikit, tetap dilakukan karena itu akan meraih ridha Allah.

2. Bermuka manis itu perbuatan remeh dan ringan, dan merupakan bagian dari perbuatan makruf.

3. Hadits ini menunjukkan dianjurkannya berwajah ceria ketika berjumpa orang lain, ini adalah bagian dari perbuatan makruf.

4. Dengan berwajah ceria akan membuat orang lain tertarik untuk bergaul, ini termasuk membuat orang lain senang, serta menghilangkan rasa ketakutan padanya. Dengan mengamalkan seperti ini, hubungan sesama muslim pun akan semakin dekat.

5. Bermuka ceria termasuk amalan ringan, namun berpahala besar.

6. Hendaklah seseorang semangat melakukan perbuatan makruf lebih-lebih jika terkait dengan orang lain karena maslahat yang begitu besar.

7. Syariat Islam begitu sempurna, mencakup segala macam hal. Syariat Islam itu datang dengan membawa berbagai hal yang maslahat untuk manusia.

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau memasak kuah, perbanyaklah airnya dan berilah kepada tetanggamu.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2625]

Faedah Hadits

1. Hadits ini maksudnya jika kita memasak daging berkuah, maka hendaklah memperbanyak kuahnya untuk diberikan kepada tetangga. Karena memperbanyak kuah lebih mudah daripada memperbanyak daging.

2. Memperbanyak kuah daging tadi untuk menunjukkan bahwa kita diajarkan untuk tidak pelit (bakhil).

3. Perintah memperbanyak kuah dan memberikannya pada tetangga termasuk dalam perkara sunnah berdasarkan ijmak para ulama, karena memberi hadiah itu bukan wajib.

4. Hadits ini mengajarkan akhlak mulia dengan berbuat baik pada tetangga.

5. Tetaplah berbuat baik walau dengan sesuatu yang sedikit.

6. Tetangga diperintahkan menghadiahi tetangganya, apalagi jika tetangga sampai mencium bau masakan.

7. Kita diperintahkan untuk membuat orang lain bahagia.

8. Hadiah punya manfaat untuk menebar kasih sayang, memperkuat hubungan persahabatan, dan rasa cinta lebih-lebih pada tetangga. Karena bisa jadi sesama tetangga sering terjadi masalah, bisa jadi karena anak atau karena hubungan tetangga.

9. Yang memberi hadiah, berilah dengan hadiah yang murahan, tetapi tetap yang paling mudah. Yang diberi hadiah, hendaklah menerima hadiah tadi dengan senang hati, lalu ia balas hadiah tersebut dengan ucapan terima kasih dan doa terbaik kepada yang memberinya. Tetap tidak boleh menganggap rendah hadiah yang diberikan orang lain.

Jadi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummat muslim untuk senantiasa berbuat baik meskipun itu nilainya sedikit. Tapi sheranaa rasa sih, sedikit ataupun banyak itu relatif yaa~ Yang terpenting adalah bagaimana kita memandang sesuatu itu menjadi berharga dengan cara menghargai setiap pemberian orang lain. Dan jangan sampai mempunyai sikap yang dapat menyakiti orang lain.

Semoga artikel sheranaa mengenai senantiasa tersenyum dan berbuat baik kepada tetangga bermanfaat buat sahabat semuanya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Referensi:

Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Jilid kesepuluh.

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???