Pengaruh Warna Terhadap Mood

Pengaruh Warna Terhadap Mood | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa Indonesia ^_^

Wah ! sudah hari ahad yah ternyata, artikel ahad ini mimin mau membahas sesuatu yang ringan tapi cukup penting juga lho bagi psikologis kita. Mau tau?
Mau tau aja atau mau tau banget nih hehe

Sahabat Sheranaa Indonesia sudah tahukah bahwa ternyata warna yang kita sukai, warna baju yang kita kenakan, warna benda yang sering kita pakai ternyata ada hubungannya loh sama psikologis, emosi bahkan cara bertindak seseorang… hmm, benarkah?

Nah menurut psikolog yang bernama Carl Gustav Jung, seorang psikolog ternama dari Swiss menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapinya. Beliau meyakini setiap warna punya makna, potensi, dan kekuatan untuk memengaruhi. Bahkan menghasilkan efek tertentu pada produktivitas, emosi, hingga perubahan mood (suasana hati) seseorang. Beliau juga membuktikan Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia.

Belum yakin nih? Baiklah, coba kita simak arti warna menurut Leonardo Da Vinci yaa, kalo tokoh Leonardo Da Vinci pasti Sahabat Sheranaa sudah tidak asing lagi kan dengan namanya hehe

Pada abad ke 15, jauh sebelum para ilmuwan memperkenalkan mengebai warna ternyata Leonardo da Vinci menemukan warna utama yang fundamental, yang kadang-kadang disebut warna utama psikologis, yaitu merah, kuning, biru, hitam dan putih. Pengenalan bentuk merupakan proses perkembangan intelektual sedangkan warna merupakan proses intuisi. Eksperimen menunjukkan bahwa objek yang berwarna hampir selalu menjadi pilihan.

Wah ternyata warna itu penting juga yaa…

Masih kurang?                       

Yuk simak lagi penjelasan dari J. Linschoten dan Drs. Mansyur kenapa warna mempengaruhi mood maupun psikologis seseorang !

Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang diapancarkan, atau secara subyektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panajang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombangelektromagnetik.

Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380 sampai 780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu, violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah. Di luar cahaya ungu /violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak digunakan untuk pemancaran radio dan TV. Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan semua warna pelangi.

Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss , bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut . Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.

Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.

Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda.

Ternyata seperti itu yaa proses pengaruh warna terhadap mood atau psikologi seseorang, kalau Sahabat Sheranaa apakah juga berpendapat sama bahwa warna mempengaruhi mood atau psikologi? Atau punya pendapat lain? Hehe

Apapun pilihan warna kita, semoga tetap bisa membuat kita beraktivitas dengan semangat yaa Sahabat Sheranaa.

Untuk itu, Sheranaa Indonesia juga menghadirkan warna-warna cantik untuk semua koleksi seriesnya loh J Mulai dari netral, pastel hingga warna-warna cerah yang tentunya jadi mood booster kita !

Yuk cek koleksinya sekarang juga sahabat sheranaa, buruan diborong biar ga kehabisan karna produk kita nyaman  banget deh pokoknya !

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???