Meningkatkan Kualitas Iman

Meningkatkan Kualitas Iman | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa Indonesia. Pasti sahabat pernah merasakan naik turunnya iman kan? Ada ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa keimanan seseorang dapat bertambah, dan hadits yang menyatakan bahwa iman itu ada tingkatan diantaranya adalah :

لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

“Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (QS. Al-Fath: 4). Dalil ini menunjukkan bahwa iman itu bisa bertambah.

Dalam berbagai ayat berikut juga menunjukkan hal yang sama,

وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

“Dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13).

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka.” (QS. Muhammad: 17)

وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا

“Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS. Al-Mudatsir: 31)

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya.” (QS. At-Taubah: 124)

فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا

“Karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.” (QS. Ali Imran: 173)

وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.” (QS. Al-Ahzab: 22)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ بَابًا فَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَأَرْفَعُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ »

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian pintu. Yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan. Yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaha illallah.” (HR. Muslim, no. 35 dan Tirmidzi, no. 2614)

Karena dinyatakan dalam hadits bahwa iman itu ada yang rendah dan ada yang tinggi menunjukkan bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas iman?

1. Menambah keimanan dengan bertambahnya ilmu

Seorang mukmin hendaknya mendasari ibadah dan kehidupannya dengan ilmu yang diperintahkan-Nya. Ilmu tentang tauhid rububiyah, uluhiyah, asma` wa sifat merupakan landasan utama agar keimanan sempurna dan selaras dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Demikian juga mempelajari hukum-hukum syariat Islam akan menjadikan ibadahnya tegak di atas ilmu sehingga diterima di sisi-Nya. Merenungi sejarah hidup Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam akan menguatkan hati dan mempertebal kualitas iman sehingga menjadikannya sebagai teladan hidup. Selain itu, dengan menadaburi ciptaan Allah adalah di antara sebab bertambahnya iman karena manusia akan semakin bersyukur dan tawaduk tatkala melihat betapa hebat dan luar biasanya semua ciptaan Allah.

Idealnya, semakin bertambah pemahaman dan ilmu seseorang maka kualitas dan kuantitas iman akan memuncak dan rasa takutnya pada Allah akan menyelimuti hatinya hingga ia senantiasa dalam ketaatan pada Allah.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Setiap ilmu dan amal yang tidak menambah kekuatan iman adalah sebuah kecacatan…” (Al-Fawa`id, hlm. 162).

2. Melakukan amal-amal shalih

Amal shalih, baik itu amalan hati, lisan maupun anggota badan yang dilakukan dengan ikhlas mengharap ridha Allah, maka akan semakin mempererat buhul-buhul iman.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Bertambahnya keimanan memiliki beberapa sebab, di antaranya adalah melakukan ketaatan karena sesungguhnya keimanan bertambah sesuai dengan baiknya amal yang dilakukan, jenis dan banyaknya. Semakin baik amal yang dilakukan, maka keimanannya pun akan semakin bertambah. Kebaikan suatu amalan sesuai dengan kadar keikhlasan juga mutaba`ah. Adapun jenis amalan, maka sesungguhnya yang wajib lebih utama daripada yang sunnah. Sebagian ketaatan lebih kuat dan utama daripada yang lainnya. Semakin utama amal yang dilakukan, maka pertambahan keimanannya pun akan semakin besar. Banyaknya amal yang dilakukan pun menyebabkan keimanan semakin bertambah karenanya. Pengamalan masuk dalam kategori keimanan, maka sudah pasti keimanan akan bertambah dengan bertambahnya pengamalan.” (Fathu Rabbil Bariyyah, hlm. 65).

Iman dan amal shalih inilah bekal utama agar seorang mukmin hidupnya tegar bak batu karang. Dengan kekuatan iman yang dilandasi ilmu niscaya berbuah amal shalih yang benar. Semua ini akan terwujud dengan taufik Allah.

Nasihat berharga Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah yang menerangkan bahwa seorang hamba yang mendapatkan taufik dari Allah selalu berusaha melakukan 2 perkara:

  1. Merealisasikan iman dan cabang-cabangnya dan menerapkannya, baik secara ilmu maupun amal secara bersama-sama.
  2. Berusaha menolak semua yang menentang dan menghapus iman atau menguranginya dari fitnah-fitnah yang nampak dan yang tersembunyi, mengobati kekurangan dari amal dan mengobati yang seterusnya dengan taubat nasuha disertai dengan mengetahui satu perkara sebelum hilang.” (At-Taudhih wa al-Bayan Lis Syajarat al-Iman, hlm. 38).

Itu dia yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas iman kita. Semoga kita selalu istiqomah yaa~ Semoga bermanfaat sahabat.


Sumber :

www.rumaysho.com

www.muslimah.or.id

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???