Makan Makanan Halal

Makan Makanan Halal | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa Indonesia. Sudah hampir jam makan siang nih! Ayo, sahabat sheranaa mau ngajak sheranaa makan siang dimana nih? Eits, tapi tunggu dulu~ makan sih sah-sah aja yaa makan makanan enak plus yang bikin nagih. Tapi… Sheranaa ingetin buat temen-temen semua kalau mau makan harus cek-cek dulu yaa apakah calon makanan yang mau masuk ke tempat perut kita itu sehat atau engga, terus yang paling penting nih.. halal atau ngga.

Penting banget buat kita nih sahabat, kalau mau makan harus budayakan mengetahui tentang  kesehatan dan kehalalannya. Biar kitanya ga gampang sakit, senantiasa sehat, selain sehat juga Insya Allah berkah.

Kita gaboleh loh melanggar perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Perintah untuk memakan yang halal lagi baik ada dalam Al-Qur’an. Dan kita harus meyakini bahwa apapun perintah Allah, semua itu adalah untuk kebaikan hambaNya. Maka kita wajib sami’na wa atho’na.

Makan Makanan Halal

Dalam surat An Nahl ayat 114 Allah memerintahkan kaumnya untuk memakan makanan halal sebagai bentuk rasa iman kepada Allah SWT.

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah” (An Nahl 114)

Allah menyebutkan beberapa jenis makanan haram dalam surat Al Baqarah dan melarang umatnya untuk mengkonsumsi makanan tersebut.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّاللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al Baqarah 173)

Lalu, Bagaimana agar makanan bisa disebut halal?

1. Tidak mengandung zat atau makanan yang diharamkan

Makanan halal adalah makanan yang tidak mengandung zat yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala misalnya dengan mencampur makanan halal dengan daging babi, alkohol maupun bahan bahan lain yang sifatnya haram. (Baca minuman keras dan minuman haram dalam islam)

2. Tidak mengandung najis atau kotoran

Syarat yang dimaksud adalah makanan tersebut tidak terkontaminasi dengan beberapa zat yang dianggap sebagai najis misalnya darah kotoran manusia urine dan sebagainya. Dengan kata lain seorang yang meminum atau mengkonsumsi urine atau air seni misalnya dalam tujuan pengobatan hal ini tetap tidak diperbolehkan dan urine yang merupakan najis haram hukumnya untuk dikonsumsi

Dalam pemrosesan dan penyimpanan makanan halal harus diperhatikan karena makanan halal tidak boleh terkontaminasi dan bercampur dengan makanan haram atau zatnya biarpun hanya sedikit. Allah menghalalkan hampir seluruh tumbuhan yang ada di bumi kecuali tumbuhan yang beracun atau yang dapat merugikan manusia serta jenis hewan jinak baik yang diternakkan maupun tidak, Seperti ayam, sapi,kambing,kerbau,rusa, hewan air dan lain sebagainya. Semoga sebagai umat Islam kita senantiasa mengkonsumsi makanan halal dan menjauhi segala makanan yang diharamkan.

Nah itu dia sedikit banyak ilmu mengenai makan makanan halal , semoga bermanfaat bagi sahabat Sheranaa Indonesia yaa~

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???