Birrul Walidain

Birrul Walidain | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa di seluruh tanah air hehehe. Sudah sarapan belum nih? Sheranaa harap sudah pada sarapan. Kalau boleh sheranaa tau, setiap hari yang bikin masakan buat sahabat sekalian siapa? Apakah masih ada peran orang tua di dalamnya?

Pas banget, sheranaa mau bahas tentang birrul walidain. Pasti sahabat sheranaa yang shaliha tidak asing mendengar istilah ini kan?

Yuk kita simak, apa sih birrul walidain itu.

Birrul walidain artinya berbakti kepada orang tua. Birrul walidain adalah hal yang diperintahkan dalam agama. Oleh karena itu bagi seorang muslim, berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

Allah Ta’ala juga berfirman:

قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua..” (QS. Al An’am: 151).

Dalam ayat ini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Allah juga berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Isra: 23).

Birrul walidain juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau ditanya oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

أيُّ العَمَلِ أحَبُّ إلى اللَّهِ؟ قالَ: الصَّلاةُ علَى وقْتِها، قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: ثُمَّ برُّ الوالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهادُ في سَبيلِ اللَّهِ قالَ: حدَّثَني بهِنَّ، ولَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزادَنِي

“Amal apa yang paling dicintai Allah ‘Azza Wa Jalla?”. Nabi bersabda: “Shalat pada waktunya”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”.Nabi menjawab: “Lalu birrul walidain”. Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Lalu apa lagi?”. Nabi menjawab: “Jihad fi sabilillah”. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari ayat dan hadits di atas, ternyata birrul walidain merupakan perintah langsung dari Allah yaa sahabat, bukan lagi sebuah anjuran atau nasehat.

Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti ditanamkan ilmu bahwa sebagai anak haruslah berbakti terhadap orang tua. Dan jika menyakiti hati orang tua maka termasuk dosa besar. Sahabat ingat kana da hadits yang berbunyi:

Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

Seorang anak Wajib melakukan perbuatan yang membuat orang tuanya merasa ridho, jika orang tua ridho apapun bentuk kebaikan kita pasti Allah akan balas dengan keridhoan-Nya pula. Jadi jangan pernah membuat orang tua merasa murka, dengan perbuatan-perbuatan yang kurang pantas dilakukan, jika orang tua murka maka Allah juga bisa murka. Tapi perlu digarisbawahi yaa sahabat. Perbuatannya juga harus yang sesuai dengan syariat dalam agama islam. Dan jangan melanggar perintah Allah.

Semoga kita menjadi anak yang dapat menyejukkan hati orang tua kita yaa sahabat. Bukan hanya sukses dunia tetapi yang lebih utama dari itu adalah kita mampu mengantarkan orang tua kita ke jannahNya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???