Berkata Baik Atau Diam

Berkata Baik Atau Diam | Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Sheranaa Indonesia. Bagaimana kabarnya nih? Sheranaa doakan semoga semua sahabat sheranaa selalu sehat. Aamiin.

Berkata baik atau diam , pasti sahabat sheranaa pernah dengar istilah ini kan? Yaap, ada haditsnya juga lho

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah dia berkata Baik atau hendaklah dia Diam”. (H.R Bukhori & Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan ternyata Hadits di atas juga berhubungan dengan ayat-ayat yang ada di dalam Al Qur’an lho sahabat, bahwa apapun yang kita lakukan itu harus dipertanggungjawabkan. Pun semua tindakan kita juga senantiasa berada di bawah pengawasan Allah. Semuanya tidak pernah luput, sekecil apapun perbuatan atau tindakan kita akan dicatat oleh malaikat Raqib dan ‘Atid,

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”. (QS. Al Isra’ : 36)

“Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan ‘Atid”. (QS. Qaff : 18)

Dari hadits dan ayat dalam Al Qur’an itu bisa kita simpulkan bahwasanya lisan itu sangat berpengaruh baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Perkataan yang terucap dari lisan seseorang juga menurut psikolog dapat mencerminkan karakter. Seseorang yang lisannya senantiasa basah oleh dzikrullah dan membaca Al Qur’an tidak mungkin sanggup berkata-kata buruk. Karena lisan yang berkata buruk sangat berakibat fatal.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” , menunjukkan bahwa perkatan yang baik itu lebih utama daripada diam, dan diam itu lebih utama daripada berkata buruk. Demikian itu karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabdanya menggunakan kata-kata “hendaklah untuk berkata benar” didahulukan dari perkataan “diam”. Berkata baik dalam Hadits ini mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum muslim, amar ma’ruf dan nahi mungkar berdasarkan ilmu, mendamaikan orang yang berselisih, berkata yang baik kepada orang lain. Dan yang terbaik dari semuanya itu adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan orang yang ditakuti kekejamannya atau diharapkan pemberiannya. 

Wallahu A’lam.

Jadi sederhananya, nasehat Rasulullah kepada ummatnya agar berkata baik atau diam daripada berkata buruk itu semua demi kebaikan ummatnya, baik untuk kehidupan di dunia maupun menjadi tabungan pahala di akhirat kelak yaa sahabat.

Semoga artikel yang sheranaa tulis bermanfaat yaa~

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

About the author

Open chat
1
Halo Mohon Info Untuk Distributor Khimar Syar'i di Sharenaa???